Selasa, 26 Oktober 2010

Mengubah Limbah Udang Menjadi Obat

Limbah udang adalah salah satu limbah yang jumlahnya cukup banyak di Indonesia. Tiap daerah pesisir yang memanen udang untuk dikonsumsi sebagai bahan makanan bisa menghasilkan berton-ton limbah. Limbah itu biasanya dibuang begitu saja atau kalaupun diekspor dengan harga sangat murah. Padahal, limbah yang terbuang ke perairan bisa merugikan lingkungan.

"Limbah udang jika dibuang akan merugikan. Limbah itu akan meningkatkan biological oxygen demand di perairan karena proses penguraiannya sehingga organisme yang ada di perairan itu bisa kekurangan oksigen di waktu tertentu. Selain itu, jika ada penguraian limbah dalam skala besar, hal itu akan berpengaruh pada iklim skala global," ungkap mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Surabaya.

Dari keprihatinannya, ia lalu mencari-cari referensi di jurnal internasional tentang kandungan-kandungan dari limbah udang yang bisa digunakan dan manfaatnya. Dari pencariannya, ia menemukan bahwa limbah udang mengandung senyawa yang disebut kitin, senyawa karbohidrat kompleks yang terdapat dalam rangka luar udang. Senyawa tersebut jika diolah dengan cara tertentu menjadi suatu senyawa bernama chitosan, akan dapat berfungsi untuk mengobati hiperlipidemia, suatu penyakit kelainan kadar lemak dalam darah yang dapat memicu penyakit mematikan seperti jantung koroner.

Selain itu, ia juga menemukan bahwa limbah udang sebenarnya juga dimanfaatkan di luar negeri. "Limbah udang yang diekspor ke luar negeri ternyata diolah menjadi produk baru, setelah itu produknya diekspor lagi ke Indonesia dan dijual dengan harga mahal," kata Claudia. Hal itu sangat menyakitkan sebab seharusnya warga Indonesia pun bisa mengolahnya.

Dengan bekal ilmu farmasinya, ia berusaha mengolah limbah udang itu menjadi obat hiperlipidemia atau kelebihan lemak (kolesterol dan trigliserida) dalam darah. Ia melakukan serangkaian proses di laboratorium dari pembersihan hingga pengeringan untuk mendapatkan senyawa chitosan yang bisa dimanfaatkan. Untuk melakukannya, ia dibantu oleh beberapa orang teman dan laboran.

Untuk melakukan penelitian itu ternyata bukan hal yang mudah. "Penelitian farmasi menelan dana yang tak sedikit. Saya harus mengupayakannya dengan menjual ini itu untuk memperoleh pendanaan. Untungnya, akhirnya pihak kampus memberikan pendanaan," lanjut Claudia.

Setelah upaya menghasilkan senyawa chitosan tadi, uji laboratorium untuk meneliti keefektifan chitosan pun dilakukan. Ia mempersiapkan 30 tikus putih sebagai obyek uji. Tikus putih yang tersedia dibuat memiliki kadar lemak yang tinggi hingga terlihat gemuk dan menunjukkan kadar lmak yang tinggi dalam tes darah.

Hasil dari uji laboratorium itu menunjukkan bahwa penggunaan chitosan dari limbah udang ini menunjukkan hasil yang baik. Kandungan lemak dalam darahbtikus berkurang dan pengurangannya tak jauhb beda dengan pengurangan ketika meminum obat yang diresepkan doktek. "Ini berarti bahwa chitosan yang diberikan cukup berkhasiat," ujar claudia.

Chitosan yang dipakai dalam percobaan telah dibentuk kapsul. Menurut claudia, hal itu tak mengurangi khasiat dari chitosan. Sebaliknya itu mempunyai manfaat dalam kepraktisannya. "Jika nanti diproduksi untuk manusia, chitosan akan lebih praktis dan orang mau meminumnya. Kalau mengkonsumsi chitosannya langsung, orang kan cenderung malas," kata Claudia menjelaskan.

Penggunaan chitosan dalam pengobatan hiperlipidemia akan menguntungkan dalam hal biaya. "Sekali minum obat paten, orang menghabiskan 11.000 jadi jika sehari minum 3 kali akan menghabiskan 33.000. Kalau dengan chitosan ini, sekali minum hanya 3.000 sehingga 3 kali minum 9.000," jelas Claudia. Dengan demikian, chitosan bisa dikonsumsi oleh lebih banyak orang.

Claudia mengungkapkan kini ia tengah berupaya untuk mendapatkan hak paten dari produknya. Selain itu, ia juga sedang mencari referensi dari berbagai jurnal sehingga chotosan dapat diujikan keefektifannya pada manusia. Ke depan, ia juga berupaya untuk mendapatkan ijin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk mengedarkan obatnya. Konsumsi chitosan ini, seperti obat alami lainnya, jika digunakan dalam jumlah yang tepat takkan menimbulkan efek samping.

Atas penelitiannya itu, Claudia memenangkan Emil Salim Awards dari Program Climate Smart Leader, program yang diselenggarakan Yayasan Pembangunan Berkelanjutan (YPB) dalam rangka menjaring anak-anak muda yang berkomitmen untuk melestarikan lingkungan agar dapat menjalankan visi misinya. Penghargaan Emil Salim Award diterimanya di Balai Sapta Pesona, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, Minggu (24/10/2010) kemarin.

Terkait dengan orientasi ke depannya, claudia mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan temuannya sebagai dasar bisnis, atau yang ia sebut dengan social entrepreneurship. Lewat bisnis itu, ia berharap bahwa bisnis ini bisa memberdayakan dan memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Setelah mengikuti Climate Smart Leader, ia mengaku bahwa banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan untuk melestarikan lingkungan. "Selama kita memiliki komitmen untuk lingkungan, kita bisa melakukannya," tandasnya dengan penuh semangat.

Agar dapat memperluas visi misinya, ia juga mendirikan d'Young Greens, sebuah klub yang berupaya untuk memotivasi dan mengumpulkan anak muda agar peduli dengan lingkungannya. Ia melakukan berbagai cara sehingga klub yang diprakarsainya bisa lebih dikenal, misalnya dengan membuat stiker dan kalender. Well, selamat berjuang!

Saat Banjir, Ribuan Buku Bernasib Sial

Diperkirakan sekitar 2.500 buku mata pelajaran di dua sekolah dasar (SD) Tangerang Selatan, Banten, terendam banjir dan mengalami kerusakan. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Tangerang Selatan, Ngatmin Al Arif di Tangerang, Selasa (26/10/2010), mengatakan kedua sekolah yang terendam adalah SD Serua 1 dan SD Serua IV Ciputat.
Sebagian buku 50 persen rusak karena robek saat diangkat dari tempat penyimpanan yang terendam banjir.
-- Ngatmin Al Arif

"Di SD Serua 1 ada sekitar 1.500 buku pelajaran dan di SD Serua IV, ada sekitar seribu buku pelajaran," ujarnya ditemui saat melakukan pemantauan di SD Serua IV Ciputat.

Akibatnya, semua buku tidak dapat digunakan dan terpaksa harus dijemur. Bahkan,sebagian buku sudah tidak dapat digunakan karena rusak.

"Sebagian buku 50 persen rusak karena robek saat diangkat dari tempat penyimpanan yang terendam banjir," jelas Ngatmin.

Selain itu, aktivitas di kedua sekolah tersebut saat ini juga tidak dapat berjalan seperti biasanya. Ruangan sekolah ikut terendam dan dipenuhi lumpur setinggi 10 sentimeter.

"Siswa hanya bersih-bersih ruang kelas saja, sebagian juga ada yang pulang karena aktivitas belajar mengajar diliburkan untuk sementara waktu," katanya.

Sementara itu, di sekolah SD Serua IV terdapat lima kelas sekolah dan satu kantor yang terendam banjir. Sedangkan di SD Serua 1 terdapat tujuh ruang kelas, satu ruang perpustakaan dan satu ruang kantor guru dan kepala sekolah.

Akibat dari kejadian tersebut, kedua sekolah meliburkan aktivitas kegiatan belajar mengajar selama satu hari karena seluruh ruangan kelas kotor. "Besok kegiatan belajar mengajar sudah kita aktif kembali. Sekarang ruang kelas sedang dibersihkan," kata Kepala Sekolah SD Serua IV, Nuradimahim.

Dokumen Dana BOS Itu Terbuka, Bos...

Aktivis Indonesia Corruption Watch bersama 5 kepala SMP induk tempat kegiatan belajar mandiri atau SMP induk TKBM mengunjungi kantor Komisi Informasi Pusat. Kedatangan mereka untuk melanjutkan sidang ajudikasi non-legitimasi terkait sengketa informasi pengelolaan dana bantuan operasional sekolah atau BOS.
Semua berkas sifatnya terbuka, mulai dari perencanaan, kuitansi, hingga pelaksanaannya. Semua itu boleh dipublikasikan.
-- Surahmin

Kelima sekolah tersebut adalah SMPN 190, SMPN 28, SMPN 67, SMPN 84, SMPN 95. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Surahmin, hadir dalam persidangan itu sebagai saksi ahli.

Surahmin mengatakan, semua dokumen itu bersifat terbuka. Selama tidak ada unsur kerahasiaan di dalamnya, sifat dokumen pengelolaan dana BOS adalah terbuka dan bisa diketahui publik.

"Semua berkas sifatnya terbuka, mulai dari perencanaan, kuitansi, hingga pelaksanaannya. Semua itu boleh dipublikasikan," ujar Surahmin saat persidangan berlangsung, Senin (25/10/2010).

Hingga akhir persidangan, ketua majelis belum membacakan putusan. Hal itu terjadi karena sidang akan digelar dua kali lagi hingga putusan. Adapun sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada 1 November 2010 dengan agenda pemanggilan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto sebagai pemohon dan saksi.

Seperti diberitakan sebelumnya di Kompas.com, aktivis ICW dan para kepala sekolah datang ke kantor KIP, Jalan Meruya Raya, Jakarta Barat, Senin (25/10/2010), untuk melanjutkan sidang ajudikasi sengketa informasi pengelolaan dana BOS sebagai tindak lanjut atas gagalnya proses mediasi antara ICW dan 5 kepala SMP induk TKBM.

Uniknya, mereka datang dengan memakai baju transparan. Peneliti senior ICW Febri Hendri mengatakan, penggunaan baju transparan itu sebagai simbol agar sekolah menjunjung transparansi dalam pengelolaan dana sekolah, terutama dana BOS.

Republik Czech Tawarkan Beasiswa S-2/S-3

Pemerintah Republik Czech melalui Program Bantuan Pembangunan Luar Negeri untuk Negara-negara Berkembang merilis program beasiswa untuk tahun akademik 2011/2012. Beasiswa ini ditawarkan kepada para mahasiswa untuk meraih gelar S-2 dan S-3 di perguruan-perguruan tinggi negara tersebut.

Untuk beasiswa S-2, kandidat yang lolos akan menjalani studi persiapan selama satu tahun. Selama studi mahasiswa juga akan mendapatkan tambahan kursus bahasa Czech, yang digabungkan dengan pelatihan-pelatihan studi lapangan secara spesifik.

Sementara untuk studi S-3, kandidat akan menjalani studi dengan instruksi dalam bahasa Inggris. Bidang studi yang difasilitasi dengan program beasiswa ini meliputi bidang studi ekonomi, informatika, dan pertanian.

Peminat beasiswa ini bisa mengirimkan aplikasinya melalui Kedutaan Besar Republik Czech di negara asal kandidat. Aplikasi dikirimkan setelah mendapatkan persetujuan dari Kementrian Luar Negeri dan Kementrian Pendidikan di masing-masing negara asal kandidat. Aplikasi yang dikirimkan secara langsung melalui Kementrian Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Republik Czech tidak akan diproses.

Candi Muarojambi Didaftarkan ke Unesco

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Didy Wurjanto, mengatakan bahwa pihaknya telah mendaftarkan Candi Muarojambi ke organisasi pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB (Unesco) sebagai salah satu warisan dunia.

Langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjadikan situs Candi Muarojambi sebagai salah satu warisan dunia, kata Didy di Jambi, Jumat.

Menurut dia, nomor registrasi untuk Candi Muarojambi adalah 5695, bahkan Candi Muarojambi sudah menjadi nomor satu dari sekian banyak kekayaan budaya di Indonesia yang diajukan ke Unesco sebagai warisan dunia.

"Sekarang Candi Muarojambi berada di peringkat teratas dari beberapa kebudayaan yang diajukan Indonesia menjadi warisan dunia," jelas Didy Wurjanto.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, pihaknya juga berencana mengundang para panelis yang menyaring banyak usulan dari berbagai belahan dunia untuk menjadikan kebudayaan masing-masing menjadi warisan dunia.

"Untuk mempercepat proses mendapatkan pengakuan Unesco sebagai warisan dunia itu kita akan mendatangkan para panelis pada November 2010," katanya.

Pemprov Jambi optimistis Candi Muarojambi bisa menjadi warisan dunia, karena di antara beberapa kebudayaan yang diajukan Indonesia, Candi Muarojambi menduduki peringkat pertama.

"Banyak yang diajukan, seperti beberapa candi lain di Indonesia, serta kekayaan alam di Provinsi Jambi juga diajukan, namun kita yang terbaik karena kulturnya masih alami," tambahnya.

Namun, ia mengemukakan, untuk mewujudkan hal itu memerlukan proses yang cukup panjang.

Pertama Indonesia mengajukan kepada Unesco yang akan mengirimkan tim untuk meneliti layak atau tidaknya, setelah itu baru akan ditetapkan.

Dampak positif dari pengajuan ini kawasan kunjungan wisata akan meningkat di Provinsi Jambi. Selain itu, sastrawan, ilmuan dan para penulis akan banyak berdatangan untuk meneliti dan menulis tentang candi ini.

Selasa, 12 Oktober 2010

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SECARA OUTSOURCING STUDI KASUS PADA PERBANKAN DI INDONESIA

Sistem informasi dalam suatu pemahaman yang sederhana dapat didefinisikan sebagai satu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya tergabung dalam suatu entitas organisasi formal, seperti perusahan yang dapat dijabarkan menjadi Divisi, Kantor Cabang, Unit atau Bagian sampai pada unit terkecil dibawahnya. Informasi menjelaskan mengenai organisasi atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan datang tentang organisasi atau perusahaan tersebut.
Sistem informasi memuat berbagai informasi penting mengenai orang, tempat, transaksi dan segala sesuatu yang ada di dalam atau di lingkungan sekitar organisasi atau perusahaan. Informasi sendiri mengandung suatu arti yaitu data yang telah diolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
Perbankan termasuk ke dalam industri jasa yang fungsi utamanya adalah sebagai lembaga intermediasi antara pihak yang mempunyai kelebihan dana dengan pihak pihak yang memerlukan dana. Dalam perkembangan selanjutnya perbankan tidak hanya terfokus pada penyaluran kredit tetapi juga pada pelayanan jasa keuangan lainnya seperti jasa pengiriman uang, jasa pelayanan ekspor-impor ( melalui layanan letter of credit), dan jasa keuangan lainnya. Untuk menunjang kelancaran operasional dan memberikan layanan yang dapat memenuhi harapan konsumen, maka industri perbankan harus ditunjang dengan sistem informasi yang handal dan aman dalam bertransaksi.
Hampir seluruh perbankan di Indonesia sekarang ini telah memberikan pelayanan secara real time on line dalam bertransaksi. Sistem informasi yang digunakan di perbankan biasanya terdiri dari beberapa modul sesuai dengan kebutuhan manajemen secara garis besar akan terbagi menjadi : sistem informasi untuk core banking, sistem informasi untuk sumber daya manusi, sistem informasi untuk manajemen aktiva tetap, sistem informasi treasury dan internasional, dan lain-lain.
Banyaknya modul dalam sistem informasi di perbankan harus ditunjang dengan database management system yang baik, network yang handal sehingga diperlukan manajemen sistem informasi yang bersifat integrated. Setiap bank di Indonesia pasti memiliki divisi teknologi informasi yang bertanggung jawab terhadap kelancaran operasional perbankan khususnya sistem informasinya. Begitu pentingnya peranan sistem informasi dalam operasional perbankan, maka perbankan dalam pengembangan sistem informasinya tidak hanya dilakukan secara insourcing dengan mengoptimalkan kemampuan divisi teknologi informasi tetapi juga dilakukan secara outsourcing dengan pihak ketiga (vendor) yang mempunyai keahlian khusus dalam bidang teknologi informasi.
Penggunaan outcourcing dalam pengembangan sistem informasi diperbankan ini mempunyai dampak positif seperti tercapainya efisiensi biaya, vendor biasanya lebih munguasai bidangnya secara detail, tidak tersedia ahlinya di perusahaan tersebut dan lain-lain. Penggunaan outsourcing di perbankan juga mempunyai beberapa kelemahan seperti masalah yang spesifik yang dihadapi setiap bank berbeda-beda seringkali vendor tidak bisa mengatasinya, biaya maintenance yang mahal dan cenderung bank hanya sebagai pengguna saja tanpa bisa mengembangkan sistem informasinya.

Senin, 04 Oktober 2010

SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN ROKOK DJARUM

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perusahaan rokok di Indonesia semakin menjamur, walaupun tidak semuanya dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia paling tidak mereka dikenal di daerah asalnya. Semakin banyaknya perusahaan rokok maka persaingan yang ada semakin ketat. Dan persaingan selalu muncul dalam dunia usaha. Dimana setiap perusahaan memiliki kompetensi yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Perusahaan yang memiliki kompetensi yang paling baik akan mampu bertahan dalam dunia persaingan. Hal yang paling mendasar adalah perusahaan harus mengetahui kompetensi yang dimiliknya. Untuk itu perusahaan membutuhkan sejumlah informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dan dasar operasional perusahaan. Informasi merupakan data yang telah tersaring, terorganisir, terealisasi, dan saling berhubungan sehingga berguna untuk mencapai tujuan organisasi (Riasetiawan,2004:2).
Setiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda pada saat pertama kali didirikan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari para pendiri perusahaan maupun kondisi lingkungan yang dihadapi pada saat itu. Faktor yang datang dari para pendiri perusahaan antara lain cara pandang, latar belakang pendidikan, budaya, agama. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan antara lain teknologi, politik, kondisi perekonomian. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa setiap perusahaan memiliki beberapa kesamaan tujuan yaitu mengalami pertumbuhan dan kelangsungan hidup perusahaan.
Untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan perusahaan maka informasi akan dibutuhkan sebagai sarana komunikasi yang utama untuk keperluan pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan. Hal ini juga diperlukan perusahaan manufaktur. Perusahaan manufaktur selalu berkecimpung dengan usaha jual menjual, begitu pula perusahaan rokok, yang merupakan salah satu bentuk perusahaan manufaktur. Berbagai strategi dirumuskan dan diterapkan perusahaan untuk meningkatkan penjualan mereka. Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan valid maka perusahaan perlu merumuskan suatu sistem informasi, terutama sistem informasi penjualan dan penerimaan kas perusahaan rokok.
Setiap perusahaan memiliki spesifikasi penjualan. Secara garis besar ada tiga macam spesifikasi penjualan yang umum digunakan perusahaan, yaitu berdasarkan jenis produk, petugas penjual, dan wilayah penjualan. Untuk perusahaan rokok “djarum” memiliki spesifikasi penjualan menurut wilayah penjualan atau lebih sering disebut dengan kanvasser. Alasan perusahaan rokok “djarum” menerapkan kanvasser karena dianggap strategi paling menguntungkan untuk mereka. Penjualan rokok perusahaan rokok “djarum” tersebar ke beberapa wilayah, dengan kanvasser akan memudahkan pihak manajemen perusahaan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Selain itu dengan kanvasser perusahaan dapat menganalisa pasar penjualannya, pelanggan, penyalur, kebutuhan, selera regional, persediaan, dan kebutuhan lingkungan.
Riasetiawan (2004:2) menyimpulkan kriteria-kriteria informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan sebagai berikut :
1. Relevan, suatu informasi mempunyai manfaat sebagai dasar pengambilan keputusan
2. Akurat, ketepatan, dan dapat diandalkannya suatu informasi
3. Tepat waktu, informasi yang diperoleh terbaru dan mudah diperoleh saat dibutuhkan
4. Ringkas, informasi telah dikelompokkan sehingga tidak perlu diterangkan
5. Jelas, tingkat informasi dapat dimengerti oleh penerima
6. Dapat dikuantifikasi, tingkat informasi dapat dinyatakan dalam bentuk angka
7. Konsisten, tingkat informasi dapat diperbandingkan.
Sistem informasi penjualan dan penerimaan kas memiliki arti penting bagi perusahaan. Pengelolahan informasi membutuhkan kecepatan dan ketelitian proses, maka perusahaan akan memerlukan sistem informasi penjualan dan penerimaan kas yang sesuai dengan kebutuhan bidang usahanya.
Dalam sistem informasi penjualan dan penerimaan kas mengulas tentang prosedur penjualan dan penerimaan kas, bagian-bagian yang terkait yang terangkai dalam suatu prosedur, formulir-formulir yang digunakan perusahaan, dan penerapan pengendalian internal perusahaan.
Prosedur penjualan dan penerimaan kas merupakan kunci penting dalam pelaksanaan sistem informasi penjualan dan penerimaan kas dalam suatu perusahaan. Baik itu prosedur untuk order penjualan, prosedur pencatatan piutang, prosedur pendistribusian penjualan, dan sebagainya. Pelaksanaan prosedur yang tidak atau kurang sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan akan menjadi masalah bagi perusahaan, yang nantinya akan mempengaruhi keefektifan dan keefisienan kinerja perusahaan. Tidak adanya prosedur yang seharusnya diterapkan perusahaan merupakan salah satu masalah yang mungkin muncul dalam perusahaan. Ada bagian prosedur yang hilang atau tidak dicantumkan oleh perusahaan rokok “djarum” ini.
Bagian-bagian terkait yang terangkai dalam suatu prosedur juga merupakan hal penting yang perlu diperhatikan perusahaan. Untuk sistem informasi penjualan dan penerimaan kas ini bagian-bagian yang terkait adalah bagian penjualan, bagian kredit (untuk penjualan kredit), bagian penagihan, bagian akuntansi, dan bagian-bagian terkait lainnya. Dalam pelaksanaannya setiap bagian ini memiliki tugas dan tanggungjawab yang berbeda-beda namun masih saling terkait dengan bagian yang lainnya. Pemisahan bagian-bagian yang terkait secara jelas wajib dijalankan perusahaan, hal ini untuk menghindari terjadinya penggandaan pelaksanaan tanggungjawab. Dalam perusahaan rokok “djarum” ini ada beberapa bagian yang dijadikan satu, sehingga terjadi penggandaan pelaksanaan tanggungjawab dalam satu bagian.
Begitu juga halnya dengan penggunaan formulir-formulir perusahaan dan penerpan pengendalian internal perusahaan. Formulir-formulir yang digunakan harus mampu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh bagian-bagian (fungsi-fungsi) yang ada dalam sistem informasi penjualan dan penerimaan kas perusahaan. Perusahaan rokok “djarum” ini menggunakan formulir yang berbeda-beda untuk satu fungsi yang sama. Pengendalian internal yang baik juga harus diperhatikan oleh perusahaan. Seperti perusahaan rokok “djarum” ini, mereka kurang mampu menerapkan pengendalian internal dengan baik.
Keempat hal diatas merupakan hal-hal penting yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh perusahaan. Dengan penerapan sistem informasi penjualan dan penerimaan kas tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang berbobot, akurat, dan valid karena akan dijadikan dasar pengambilan keputusan, baik oleh pihak internal maupun eksternal perusahaan.
Dari uraian di atas maka penulis ingin mengetahui lebih jauh mengenai penerapan sistem informasi penjualan dan penerimaan kas dalam perusahaan rokok.


Penerapan Sistem Teknologi Informasi pada Organisasi / Perusahaan perbankan
Penerapan sistem informasi pada organisasi memerlukan suatu perencanaan yang matang. Bila dilakukan secara tergesa-gesa tanpa melakukan perencanaan terlebih dahulu dikhawatirkan akan memakan biaya yang mahal, kemungkinan ada biaya baru baik untuk riset kelayakan dan lain-lain akan menambah biaya selanjutnya. Dalam penerapan sistem informasi maka masalah finansial merupakan faktor yang sangat penting.
Tersedianya finansial merupakan salah satu strategi untuk menunjang berjalannya suatu sistem pada organisasi. Contoh dalam hal ini adalah penerapan sistem ATM pada bank-bank di Indonesia. Para nasabah pengguna ATM tersebut akan merasa kecewa bila datang ke sistem teknologi ATM tersebut ternyata uang tidak bisa keluar atau macet, ini tentunya akan menyebabkan nasabah memilih jaringan sistem pada suatu bank yang lebih lancar dan memuaskan nasabah. Uraian di atas menunjukkan bahwa suatu sistem teknologi informasi haruslah melalui perencanaan yang matang.
Di samping faktor finansial, kualiats sumber daya manusia yang menguasai sistem teknologi informasi juga sangat diperlukan. Kalaupun perencanaan untuk mengembangkan sistem teknologi sudah dipersiapkan namun tanpa didukung oleh adanya sumber daya manusia yang berkemampuan dan berpengetahuan (skill) di bidang teknologi informasi tersebut, sistem teknologi tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sumber daya manusia yang berkemampuan di bidang teknologi informasi sangat menunjang kemungkinan penerapan sistem teknologi informasi pada suatu organisasi.
Salah satu sistem informasi yang dapat dikembangkan di perusahaan atau organisasi ialah ada istilah sistem informasi strategik. Sistem ini menurut Jogiyanto (2003) hanya diterapkan pada perusahaan tertentu saja seperti perusahaan-perusahaan industri yang mempunyai intensitas informasi yang tinggi. Di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat contoh penerapan sistem informasi strategik adalah seperti: Pembelian barang lewat internet dan di negara maju sistem ini cukup berhasil karena dianggap menghemat waktu. Menurut Jogiyanto (2003), bahwa Strategic Information System juga menghubungkan antara perusahaan dengan pemasok dan perusahaan dengan pelanggan secara on-line. Contohnya adalah di industri penerbangan, yaitu perusahaan-perusahaan penerbangan, agen-agen perjalanan dan konsumen dihubungkan dengan suatu jaringan sistem pemesanan tiket pesawat terbang (airline reservation system). Di industri perbankan, bank-bank dihubungkan dengan nasabah dengan menggunakan ATM. Di industri distributor obat, seperti perusahaan-perusahaan American Hospital Supply Company dan McKesson Corp, mereka menghubungkan sistem-sistem teknologi informasinya dengan konsumen dalam bentuk pemasukan pemesanan secara elektronik (electronic order entry).
Lebih lanjut menurut Jogiyanto (2003), sampai pertengahan tahun 1990-an, cara utama untuk menarik teknologi informasi ke luar sampai ke pemasok atau ke pelanggan yaitu dengan cara mengembangkan suatu sistem yang disebut dengan interorganization systems (IOS). Suatu IOS akan menggandeng sistem informasi suatu bisnis dengan sistem informasi bisnis lainnya. Suatu IOS adalah sistem pengolahan data dan komunikasi data yang melibatkan dua atau lebih organisasi.
Beberapa perusahaan, seperti misalnya GM, Wal Mart dan Kmart memita pemasoknya untuk menggunakan IOS untuk penawaran produknya. Beberapa perusahaan sekarang tidak hanya menggunakan IOS untuk mengirimkan order penjualan secara elektronik, tetapi mulai menggunakannya untuk menggabungkan sistem persediaannya secara elektronik langsung ke komputer pemasok. Dengan sistem ini, maka pemasok akan mengetahui posisi persediaan kliennya dan secara otomatis akan mengirimkan order penjualan kepada klien jika item persediaan sudah waktunya untuk diisi kembali.